KOMPAS.com - Keterangan Rencana Kota (KRK) merupakan salah satu dokumen yang diperlukan ketika ingin mendirikan bangunan. KRK sendiri berisi peta yang dilengkapi keterangan denah secara rinci beserta pemanfaatannya.

KRK dibutuhkan ketika ingin mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Biasanya, KRK bisa didapatkan dinas penataan ruang daerah setempat atau melalui dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu setempat.

Nantinya dinas terkait akan melakukan survei untuk mengetahui luas wilayah yang dapat digunakan untuk mendirikan bangunan melalui KRK tersebut. Untuk mengurus KRK bisa dilakukan secara offline maupun online. 

Cara Buat KRK Offline

Berikut ini cara membuat KRK offline dilansir dari https://perizinanjakarta.com/.

  • Datangi kantor dinas penataan ruang daerah setempat.
  • Mengambil dan mengisi formulir permohonan yang tersedia di dinas penataan ruang daerah setempat.
  • Berkas permohonan diagendakan kepada pemohon dan diberi arsip permohonan.
  • Selanjutnya, akan dilaksanakan proses pengukuran dan cek lapangan.
  • Setelah itu, permohonan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Pemohon akan diberitahu jika KRK sudah selesai diproses
  • Sebelum mengambil KRK, pemohon akan diminta untuk membayar biaya retribusi di loket pembayaran.
  • Kemudian, pemohon sudah dapat mengambil KRK dengan menunjukkan tanda lunas pembayaran

Adapun kisaran biaya restribusi pembuatan KRK yaitu sebagai berikut.

  • Peta rancangan kawasan untuk satu kavling dengan ukuran kertas F4 yaitu sebesar Rp 49.000 per lembar.
  • Peta rencana kawasan perumahan dengan ukuran kertas DF yaitu sebesar Rp 97.000 per lembar.
  • Peta rencana kawasan perumahan, perdagangan dan jasa dengan ukuran F4 yaitu sebesar Rp 162.000 per lembar.
  • Peta rencana kawasan perumahan, perdagangan dan jasa dengan ukuran DF yaitu sebesar Rp 324.000 per lembar.

Baca juga: Perbedaan IMB Kelas A, B, C, D

Cara Buat KRK Online

Pelayanan berbasis online sudah tersedia di DKI Jakarta. Berikut tahapannya:

  • Kunjungi situs resmi dinas penataan ruang daerah setempat atau bisa melalui e-KRK dengan mengunjungi situs https://jakevo.jakarta.go.id/.
  • Pemohon perlu melakukan registrasi terlebih dahulu.
  • Setelah berhasil mendaftarkan akun, pemohon dapat memilih menu KRK.
  • Kemudian, pemohon diminta mengisi formulir sesuai ketentuan.
  • Selanjutnya pemohon perlu melakukan upload berkas dan menentukan jadwal pengukuran lahan. Surveyor DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengukuran sesuai jadwal yang telah ditentukan pemohon.
  • Selanjutnya, setelah dilakukan pengukuran selama 2 hingga 3 jam, surveyor akan mengirim hasil ukur ke petugas penilai teknis perizinan dan nonperizinan melalui aplikasi Jakevo.
  •  Setelah output disetujui, pemohon dapat mengunduh dokumen KRK yang telah ditandatangani oleh pejabat sesuai kewenangannya tanpa harus mendatangi kantor UP PTSP. 

Baca juga: Disebut Tak Memiliki IMB, Kedai Kopi dengan Kontainer di Pesanggrahan Ditertibkan

Syarat Membuat KRK

Berikut ini adalah syarat dokumen yang dibutuhkan untuk membuat membuat KRK:

  • Formulir permohonan yang ditandatangani pemohon
  • Fotokopi identitas diri (KTP)
  • Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir
  • Fotokopi bukti penguasaan tanah yang sah, bisa berupa sertifikat atau leter C/D SKPT
  • Surat pernyataan berkaitan dengan permohonan keterangan rencana kota yang diajukan.
  • Khusus permohonan berbadan hukum, perlu dilampiri akte pendiri badan hukum (PT, CV, Firma, Yayasan, dan lainnya)
  • Surat kuasa (bagi pengurusan yang dikuasakan)
  • Surat-surat yang dianggap perlu, seperti rekom ketinggian bangunan dari instansi teknis (DishubKominfo) untuk bangunan dengan ketinggian lebih dari 4 lantai. Selain itu, surat persetujuan atau ijin lokasi dari wali kota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Hubungan antara IMB dan KRK?

Bagi pengusaha maupun masyarakat yang ingin mendapatkan Izin Membangun Bangunan , syarat IMB  yang harus dipenuhi adalah surat Keterangan Rencan Kota. Surat Keterangan Kota  atau Surat KRK  syarat yang dikeluarkan melalui Kantor Dinas terkait  yang merupakan rencana izin pendirian pembangunan dan untuk mengetahui luas wilayah yang dapat digunakan untuk mendirikan bangunan.

Manakah yang harusnya didahulukan Desain Bangunan atau KRK ?

Pemilik bangunan biasanya melakukan konsultasi gambar atau desain kepada arsitek sebelum adanya KRK hal ini menyebabkan adanya perubahan desain karena terdapat peraturan bangunan yang harus diikuti. Sangat disayangkan apabila desain tersebut sudah disepakati bersama antara pemilik dan Arsitek kemudian harus dirubah. Hal ini yang mendasari bahwa perlunya dilakukan pengurusan KRK terlebih dahulu sehingga proses dalam  desain Arsitek lebih efisien dan efektif.

Apa itu IMB dan KRK?

KRK adalah Keterangan Rencana Kota yang merupakan surat yang dibutuhkan oleh perorangan maupun perusahaan untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Walau kegunaannya yang cukup krusial, namun tidak semua orang memahami Keterangan Rencana Kota (KRK) secara mendetail.

Apa fungsi KRK?

Keterangan Rencana Kota (KRK) adalah Peta yang di lengkapi dengan keterangan secara rinci mengenai pemanfaatan suatu persil. 2. Jasa Pelayanan Penggantian Cetak Peta adalah jasa pelayanan yang diberikan oleh Dinas Penataan Ruang berupa pembuatan Keterangan Rencana Kota dan Peta Keterangan Rencana Kota.

Bagaimana cara mendapatkan KRK?

Pemohon datang ke Dinas Penataan Ruang mengambil dan mengisi formulir, 2. Berkas permohonan diagendakan kepada pomohon diberi arsip permohonan. 3. Dilaksanakan proses pengukuran dan cek lapangan. 4. Diproses sesuai dengan ketentuan berlaku.

Berapa lama KRK jadi?

Waktu penyelesaian KRK ini memakan waktu lebih singkat selama 12 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap. Dalam rentang waktu 12 hari, akan dilakukan proses pengukuran oleh surveyor.