Bagaimana kecenderungan sifat massa atom relatif Mr senyawa alkuna jika semakin banyak rantai C?

1. Bagaimana kecenderungan rantai atom C pada senyawa alkana, alkena, alkuna jika semakin banyaknya atom C ? 2. Bagaimana kecenderungan sifat titik didih dan titik leleh senyawa alkana, alkena, alkuna jika semakin banyak rantai C ? 3. Bagaimana kecenderungan sifat massa atom relatif (Mr) senyawa alkana, alkena, alkuna jika semakin banyak rantai C ? 4. Bagaimana kecenderungan sifat massa jenis / kekentalan senyawa alkana, alkena, alkuna jika semakin banyak rantai C ? 5. Bagaimana kecenderungan sifat kelarutan / kepolaran senyawa alkana, alkena, alkuna dalam pelarut non polar jika semakin banyak rantai C ?


SIFAT FISIK ALKANA, ALKENA, DAN ALKUNA

1)   Senyawa deret homolog alkana, alkena, dan alkuna memiliki kecenderungan kenaikan titik didih sesuai dengan semakin besarnya massa molekul relatif dari senyawa tersebut

Jika dalam suatu deret senyawa terdapat selisih jumlah gugus sebanyak –CH2– secara berurutan maka senyawa-senyawa tersebut merupakan deret homolog. Deret homolog adalah senyawa-senyawa yang memiliki selisih gugus sebanyak –CH2– dari senyawa sebelumnya. Senyawa-senyawa dalam deret homolog memiliki sifat kimia mirip, tetapi sifatsifat fisika berubah sejalan dengan naiknya massa molekul seperti yang ditunjukkan pada Tabel 8.1.

Dengan bertambahnya massa molekul, sifat fisika yang lain seperti wujud zat juga berubah. Pada suhu kamar, empat deret pertama alkana berupa gas, deret berikutnya cair, dan alkana yang lebih tinggi berwujud padat, misalnya aspal dan lilin.

Secara umum, sifat fisika deret homolog alkena mirip dengan sifat fisika alkana, yakni makin besar massa molekul makin tinggi titik didih dan titik lelehnya.

 

Sifat fisik alkuna relatif sama dengan sifat-sifat alkana maupun alkena. Alkuna sangat sukar larut dalam air tetapi larut di dalam pelarut organik seperti kloroform, alkohol, dan eter. Massa jenis alkuna sama seperti alkana dan alkena lebih dari air.  Titik didih alkuna mirip dengan alkana dan alkena. Semakin bertambah jumlah atom C harga Mr makin besar maka titik didihnya makin tinggi.

2) Senyawa deret homolog alkana, alkena, alkuna yang memiliki ikatan rantai lurus memiliki harga titik didih, titik leleh yang lebih besar dibandingkan dengan senyawa deret homolog alkana, alkena, alkuna yang memiliki ikatan rantai bercabang. Semakin bercabang dan rumit rantai ikatannya maka ikatan antarmolekulnya akan semakin lemah sehinngga ikatannya mudah putus.

Reaksi-reaksi Utama Hidrokarbon

1)   Reaksi adisi : reaksi yang disertai dengan penambahan gugus

2)   Reaksi Eliminasi : reaksi yang disertai penghilangan gugus

3)   Reaksi substitusi : reaksi penggantian gugus