Sikat gigi di pagi hari apakah membatalkan puasa

Minggu, 3 April 2022 | 06:07 WIB

Foto ilustrasi sikat gigi. Hukum sikat gigi saat sedang puasa Ramadan seperti apa ya? Simak penjelasan dari para ahli. (Sumber: Unsplash/Superkitina)

Penulis : Dian Nita | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Puasa adalah salah satu rukun islam yang dilakukan dengan tidak makan, minum dan semua yang bisa membatalkannya mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa Ramadan 1443 Hijriyah mulai hari ini, Minggu (3/4/2022). Meski pun ada sebagian lagi yang sudah melaksanakan puasa Ramadan tahun ini pada sehari sebelumnya, Sabtu (2/4).

Adapun menggosok gigi saat puasa seringkali dipertanyakan hukumnya mengingat saat itu air masuk ke dalam mulut.

Dalam hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis menjelaskan aturan sikat gigi saat puasa.

Terlebih bagi yang sering mempertanyakan hukum menggosok gigi setelah imsak.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadan, Minggu 3 April 2022

Menurut penuturan Cholil, menyikat gigi di siang hari saat Ramadan tidak membatalkan puasa.

Oleh karena itu, meskipun menyikat gigi setelah azan subuh boleh dilakukan dan tidak mempengaruhi jalannya puasa.

"Kalau dilakukan sebelum Dhuhur, hukumnya boleh, bahkan dianjurkan bagi yang ingin membersihkan mulutnya," kata Cholil melansir Kompas.com, Minggu (3/4).

Halaman :

Sumber : Kompas.com

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by




Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Sikat gigi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Berpuasa Ramadan dalam praktiknya yang paling sederhana yakni menahan makan dan minum. Hal tersebut termasuk menghindari berbagai material dari luar masuk ke dalam tubuh melalui bagian manapun.

Dalam keseharian kita banyak kegiatan yang tanpa sengaja dapat menyebabkan sesuatu masuk ke dalam tubuh kita. Misalnya berenang maupun sikat gigi. Berenang mungkin bisa dihindari, sedangkan sikat gigi adalah kebutuhan pembersihan diri untuk kehidupan yang lebih sehat.

Kala sikat gigi, terkadang tanpa disadari kita menelan pasta gigi maupun air yang kita gunakan untuk berkumur. Lalu bagaimana hukumnya menyikat gigi saat berpuasa ketika itu berpotensi membatalkannya?

Berikut hukum menyikat gigi saat puasa yang perlu diketahui dari hadis dan para ulama:

2 dari 4 halaman

Hukum Menyikat Gigi Saat Puasa

Hukum menyikat gigi saat puasa menurut Ustad Khalid Basalamah melalui ceramah singkatnya mengatakan, bahwa sikat gigi saat sedang berpuasa tidaklah mengapa dan tak membatalkan puasa.

"Boleh saja (sikat gigi) pakai odol atau tidak, yang penting jangan ditelan. Karena yang membatalkan adalah menelannya," ucap Khalid Basalamah dalam ceramannya dikutip dari kanal YouTube KHB melansir dari Liputan6.com.

Dijelaskan Ustad Khalid Basalamah, apa yang diucapkan mengacu pada pebuatan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam yang selalu bersiwak sebelum sholat baik saat puasa ataupun tidak. 

"Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam selalu bersiwak saat berpuasa, jadi (sikat gigi )enggak ada masalah," katanya lagi.

3 dari 4 halaman

Hukum Membersihkan Mulut Saat Puasa Menurut Hadis

©2018 Merdeka.com/Pixabay

Bahkan dalam sebuah hadis disampaikan, bahwasanya membersihkan gigi atau mulut sebelum salat sangat dianjurkan terutama bersiwak.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (Hadis ini dikeluarkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya secara mu’allaq (tanpa sanad). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Khuzaimah 1: 73 dengan sanad lebih lengkap. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

4 dari 4 halaman

Pendapat Lain

Melansir pada laman Dream.co.id, para ulama bersepakat menghukum tindakan menggosok gigi dan berkumur saat puasa sebagai perbuatan makruh.

Artinya, perbuatan itu boleh dikerjakan, tetapi akan jauh lebih jika dihindari. Karena ada kekhawatiran benda seperti air masuk ke dalam tenggorokan. Jika itu terjadi, menyebabkan puasa batal.

Jadi, perlu diatur waktu untuk menggosok gigi dan berkumur saat bulan puasa. Ini mengutip pendapat Syeikh Muhammad Nawawi Al Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain.

"Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur." tulis Al Bantani.

Dengan demikian, ada anjuran lain bahwa agar gosok gigi dilakukan setelah sahur sebelum azan subuh berkumandang. Cara ini pastinya lebih aman karena dilakukan sebelum berpuasa.

[amd]

Apakah sikat gigi jam 9 pagi membatalkan puasa?

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis menjelaskan bahwa kegiatan itu (menyikat gigi) sama sekali tidak membatalkan puasa seseorang, terlebih jika dilakukan pada waktu pagi hari.

Apakah sikat gigi jam 6 Membatalkan puasa?

Menyikat gigi di siang hari sebelumzuhur saat Ramadan tidak membatalkan puasa. Maka, sikat gigi setelah adzan subuh boleh dilaksanakan dan tidak mempengaruhi niat puasa. 2. Menyikat gigi di siang hari setelah zuhur, hukumnya menjadi makruh, sehingga lebih baik dihindari sikat gigi selepas adzan zuhur.

Kapan batas gosok gigi saat puasa?

Secara fiqih, hukum menyikat gigi tidak membatalkan ibadah puasa. “Sikat gigi sebelum dzuhur itu boleh, setelah dzuhur itu makruh," kata dia.

Apakah kalau puasa tidak boleh sikat gigi?

Menurut penuturan Cholil, menyikat gigi di siang hari saat Ramadan tidak membatalkan puasa. Oleh karena itu, meskipun menyikat gigi setelah azan subuh boleh dilakukan dan tidak mempengaruhi jalannya puasa.